Perspektif Guru MI Terhadap Integrasi Nilai Keislaman dan Teknologi Dalam Pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah
DOI:
https://doi.org/10.67025/jpi.v4i2.110Keywords:
etik profesi guru, integrasi nilai, teknologi, Madrasah IbtidaiyahAbstract
Digitalisasi pendidikan menempatkan guru Madrasah Ibtidaiyah pada ruang tanggung jawab etik yang baru. Teknologi menghadirkan peluang peningkatan mutu pembelajaran, namun sekaligus membawa risiko degradasi adab, penyalahgunaan informasi, dan melemahnya karakter peserta didik. Artikel ini bertujuan menganalisis integrasi nilai keislaman dan teknologi dalam pembelajaran MI berdasarkan perspektif etik profesi guru. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi harus berlandaskan prinsip amanah, keteladanan, perlindungan anak, kejujuran akademik, serta adab digital. Guru MI dituntut menjadi pendidik yang religius sekaligus melek teknologi, mampu melakukan kurasi konten, merancang pembelajaran bermakna, dan membangun budaya digital yang islami. Implementasi integrasi meliputi perencanaan kurikulum, strategi pembelajaran, pengelolaan kelas daring, kemitraan dengan orang tua, serta penguatan kebijakan madrasah. Dengan kerangka etik profesi, teknologi dapat menjadi wasilah pembentukan generasi beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
Downloads
References
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Iyus Yusup, Rahman Wahid, Yoga Prima Putra (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.









