Plagiarism Policy

Jurnal Pedagogik Indonesia menempatkan orisinalitas dan ketepatan penggunaan sumber sebagai dasar integritas publikasi. Plagiasi mencakup pengambilan tulisan, gagasan, data, hasil analisis, gambar, atau materi intelektual pihak lain tanpa atribusi yang memadai.

Naskah dapat diperiksa menggunakan Turnitin atau perangkat pendeteksi kemiripan yang tersedia. Hasil pemeriksaan digunakan sebagai alat bantu editorial untuk menemukan bagian yang perlu diperiksa, bukan sebagai satu-satunya dasar penetapan plagiasi.

Editor akan melihat sumber kemiripan, konteks penggunaan teks, kualitas sitasi, penggunaan kutipan, serta kemungkinan tumpang tindih dengan publikasi penulis sendiri. Kesamaan yang wajar pada istilah baku atau daftar pustaka perlu dibedakan dari penyalinan substantif.

Penulis harus memastikan bahwa semua sumber telah dirujuk dengan benar, data tidak direkayasa, dan materi dari karya sebelumnya digunakan secara transparan. Artikel yang memiliki tumpang tindih substansial dengan publikasi lain tanpa pengungkapan yang memadai dapat ditolak.

Jika ditemukan indikasi pelanggaran, editor dapat meminta klarifikasi, meminta perbaikan, melakukan pemeriksaan tambahan, atau mengambil keputusan lain yang sesuai dengan bukti dan tingkat masalah. Penulis diberikan kesempatan yang wajar untuk menjelaskan persoalan.

Apabila pelanggaran ditemukan setelah publikasi, editor dapat menerbitkan koreksi, pernyataan keprihatinan, atau penarikan artikel. Tindakan tersebut dilakukan untuk menjaga keandalan rekam ilmiah, bukan sekadar memperbaiki tampilan publikasi.