Elementary Teachers’ Misconceptions about Joyful Learning in Deep Learning-Based Instruction: A Certainty of Response Index (CRI) Analysis
Keywords:
Joyful Learning, Deep Learning, Miskonsepsi, Certainty of Response Index (CRI), Guru Sekolah DasarAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat miskonsepsi guru sekolah dasar terhadap konsep Joyful Learning dalam konteks pembelajaran berbasis Deep Learning dengan menggunakan pendekatan Certainty of Response Index (CRI). Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan teknik misconception analysis berbasis CRI. Subjek penelitian terdiri atas 37 guru Sekolah Dasar di Kota Bandung yang menjawab 15 butir pernyataan konseptual terkait penerapan Joyful Learning dalam pembelajaran bermakna. Data dikumpulkan melalui angket daring dengan lima tingkat keyakinan (sangat tidak yakin–sangat yakin), kemudian dianalisis untuk menentukan kategori paham, tidak paham, dan miskonsepsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru telah memahami konsep dasar Joyful Learning, khususnya pada indikator peran guru sebagai fasilitator, refleksi pembelajaran, serta pemanfaatan teknologi pendidikan dengan rata-rata CRI di atas 0,80 (paham tinggi). Namun, ditemukan miskonsepsi sedang hingga tinggi pada beberapa indikator, terutama pada anggapan bahwa Joyful Learning tidak mendukung Deep Learning (68,8% miskonsepsi; CRI = 0,78) dan bahwa aktivitas yang ramai otomatis bermakna (47,2% miskonsepsi; CRI = 0,69). Selain itu, 50% guru masih beranggapan bahwa penilaian formatif dapat mengganggu suasana belajar yang menyenangkan. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian guru masih menafsirkan Joyful Learning secara sempit sebagai kegiatan yang menyenangkan tanpa menekankan kedalaman berpikir dan refleksi siswa. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan pedagogik dan supervisi akademik yang menekankan integrasi antara kesenangan belajar dan kedalaman kognitif dalam pembelajaran bermakna.








