Penguatan Karakter Siswa Melalui Pengenalan Nilai-Nilai Filosofis-Pedagogis Pada Permainan Tradisional
Keywords:
Karakter Siswa, Permainan Tradisional, Folosofis, PedagogisAbstract
Pengembangan karakter, moral dan etika merupakan tujuan utama dari sasaran sebuah proses pendidikan, melalui ragam kegiatan secara formal di sekolah, informal di dalam keluarga seorang siswa sekolah dasar terus diberikan pengetahuan keterampilan dan pengalaman tentang pengembangan nilai karakter, moral dan etika. Secara sederhana kadang kita terlalu jauh memikirkan metode yang tepat untuk mencapai sasaran tersebut, padahal kegiatan keseharian dari siswa sekolah dasar bisa dimanfaatkan untuk mewujudkan karakter siswa yang diharapkan dengan penananam nilai-nilai secara filosofis dan pedagogis melalui permainan tradisional yang dibalut dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk membantu siswa di sekolah dasar mengembangkan dan menguatkan karakter yang baik dengan pengenalan dan penanaman nilai-nilai filosofis dan pedagogis melalalui permainan tradisional. Adapun metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah metode Participatory Action Research (PAR) adalah pendekatan penelitian yang melibatkan partisipasi aktif dari para peserta dalam proses pengabdian, lokasi penelitian adalah di sanggar bimbingan (SB) Kuala Langat Malaysia dengan jumlah peserta kegiatan seluruh siswa kelas 1-6 di SB Kuala Langat. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan dan pemahaman karakter siswa setelah melaksanakan permainan tradisional, siswa menerapkan nilai filosofis dan pedagogis diataranya kejujuran, disiplin, kesabaran, ketelitian, semangat dan motivasi, serta pantang menyerah. Novelty yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini bahwa permainan tradisional dapat merangsang peserta didik senantiasa memiliki kesadaran untuk menguatkan karakter melalui pemahaman dan penerapan nilai-nilai kehidupan dimulai dari ruang lingkup teman di kelas, dengan harapan dari kesadaran tersebut menjadi sebuah candu bagi siswa untuk selalu mengamalkan nilai-nilai secara filosofis dan pedagogis sebagai dasar penguatan karakter siswa.








